Pernahkah kamu masuk ke sebuah ruangan, lalu tiba-tiba lupa apa yang ingin dilakukan? Misalnya, kamu berjalan ke kamar untuk mengambil sesuatu, tetapi sesampainya di sana justru kebingungan. Setelah kembali ke tempat semula, barulah kamu mengingat tujuan awal. Fenomena ini cukup umum terjadi dan berkaitan dengan cara otak mengelola ingatan.
Kejadian tersebut dikenal sebagai doorway effect atau efek ambang pintu. Fenomena ini menggambarkan kondisi ketika seseorang lebih sulit mengingat informasi setelah berpindah dari satu ruangan atau lingkungan ke lingkungan lain.
Meski terasa membingungkan, kejadian ini tidak selalu menandakan gangguan ingatan. Otak manusia memiliki cara tersendiri untuk menyimpan, mengatur, dan mengambil informasi. Perubahan lingkungan dapat memengaruhi proses tersebut, terutama ketika seseorang sedang memikirkan banyak hal sekaligus.
Lantas, mengapa kita bisa lupa tujuan saat masuk ke sebuah ruangan? Berikut penjelasan mengenai cara kerja otak, faktor pemicunya, dan cara mengurangi kejadian tersebut.
Apa Itu Doorway Effect?
Doorway effect merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan fenomena ketika seseorang mengalami kesulitan mengingat informasi setelah melewati pintu atau berpindah lingkungan.
Contohnya, kamu sedang duduk di ruang tamu dan teringat ingin mengambil botol minum di dapur. Kamu kemudian berjalan menuju dapur. Namun, begitu tiba di sana, tujuan tersebut mendadak hilang dari ingatan.
Fenomena ini berkaitan dengan cara otak menyusun pengalaman menjadi bagian-bagian atau peristiwa yang berbeda. Dalam psikologi, proses tersebut dikenal sebagai event segmentation, yaitu pembagian pengalaman berdasarkan perubahan aktivitas, tempat, atau situasi.
Otak menggunakan batas-batas peristiwa untuk membantu mengatur informasi. Ketika seseorang berpindah ruangan, otak dapat menganggap perubahan tersebut sebagai awal dari situasi baru.
Akibatnya, informasi yang berkaitan dengan kegiatan sebelumnya terkadang menjadi lebih sulit diakses. Namun, efek ini tidak selalu muncul setiap kali seseorang melewati pintu. Tingkat perhatian, jenis tugas, dan kondisi lingkungan juga dapat memengaruhinya.
Mengapa Masuk ke Ruangan Baru Bisa Membuat Kita Lupa?
Ada beberapa penjelasan yang membantu memahami mengapa perubahan ruangan terkadang membuat seseorang kehilangan ingatan tentang tujuan awalnya.
1. Otak Membagi Pengalaman Menjadi Beberapa Peristiwa
Otak tidak menyimpan seluruh pengalaman sebagai satu rangkaian panjang tanpa pemisah. Sebaliknya, otak mengelompokkan informasi berdasarkan kejadian dan konteks tertentu.
Misalnya, saat berada di ruang tamu, kamu mungkin sedang memikirkan tagihan listrik. Ketika berjalan ke kamar untuk mengambil dompet, otak mulai memproses lingkungan dan aktivitas baru.
Perubahan konteks tersebut dapat membuat informasi sebelumnya lebih sulit muncul kembali. Tujuan awal sebenarnya belum tentu hilang dari ingatan, tetapi otak membutuhkan petunjuk yang tepat untuk mengaksesnya.
Itulah sebabnya, terkadang kamu bisa langsung mengingat tujuan setelah kembali ke ruangan sebelumnya.
2. Perhatian Terbagi oleh Banyak Pikiran
Penyebab lain yang cukup umum adalah perhatian yang terbagi. Ketika seseorang memikirkan banyak hal sekaligus, otak harus memilih informasi yang perlu mendapat perhatian.
Contohnya, kamu berniat mengambil charger di kamar. Namun, selama berjalan, kamu juga memikirkan pekerjaan, pesan yang belum dibalas, atau kegiatan yang harus diselesaikan.
Pikiran lain tersebut dapat mengalihkan perhatian dari tujuan awal. Akibatnya, informasi tentang barang yang ingin diambil tidak cukup kuat untuk bertahan dalam ingatan aktif.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perhatian memiliki peran penting dalam mengingat sesuatu. Ketika pikiran terlalu sibuk, tugas sederhana sekalipun bisa terlupakan.
3. Memori Kerja Memiliki Kapasitas Terbatas
Memori kerja atau working memory merupakan sistem yang membantu otak menyimpan dan menggunakan informasi dalam waktu singkat. Kita mengandalkan sistem ini ketika mengingat nomor telepon sementara, mengikuti instruksi, atau merencanakan tindakan sederhana.
Namun, memori kerja memiliki kapasitas terbatas. Ketika terlalu banyak informasi masuk secara bersamaan, sebagian informasi bisa tersisih.
Misalnya, kamu mengingat tiga hal yang perlu dilakukan di rumah. Saat berpindah ruangan, kamu melihat pakaian yang belum dilipat dan teringat pekerjaan lain. Perhatian pun beralih, sementara tujuan pertama tidak lagi berada di posisi utama dalam pikiran.
Meski begitu, doorway effect tidak hanya berkaitan dengan kapasitas memori kerja. Perubahan konteks dan cara otak mengatur peristiwa juga dapat berperan.
Apakah Doorway Effect Berarti Kita Mengalami Gangguan Ingatan?
Mengalami doorway effect sesekali merupakan hal yang wajar. Kejadian ini dapat dialami oleh orang dari berbagai kelompok usia, terutama ketika mereka sedang terburu-buru, kurang fokus, atau memikirkan banyak hal.
Lupa tujuan setelah memasuki ruangan juga tidak otomatis menunjukkan bahwa seseorang mengalami penurunan kemampuan kognitif. Dalam banyak situasi, informasi tersebut masih tersimpan dan dapat muncul kembali setelah seseorang memperoleh petunjuk yang sesuai.
Namun, penting untuk memperhatikan frekuensi dan dampaknya. Jika masalah ingatan semakin sering terjadi hingga mengganggu pekerjaan, aktivitas sehari-hari, atau kemampuan menjalankan rutinitas, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut dengan tenaga medis.
Perhatikan pula gejala lain, seperti kebingungan yang tidak biasa, kesulitan mengikuti percakapan, atau sering tersesat di tempat yang sudah dikenal. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan kurang tidur, stres, efek obat, atau kondisi kesehatan tertentu.
Cara Mengurangi Kebiasaan Lupa Tujuan Saat Masuk Ruangan
Kita tidak selalu bisa mencegah doorway effect. Namun, beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga fokus dan memudahkan otak mengingat tujuan.
1. Sebutkan Tujuan Sebelum Berpindah
Sebelum meninggalkan ruangan, ucapkan tujuanmu secara singkat, misalnya, “Saya mau mengambil kunci di kamar.” Cara ini membantu menjaga tujuan tetap berada dalam perhatian.
Kamu juga bisa mengulang kata kunci tersebut selama berjalan menuju tempat tujuan.
2. Kurangi Gangguan Saat Berjalan
Hindari membuka media sosial atau memikirkan terlalu banyak tugas ketika sedang menuju suatu tempat. Jika tujuanmu sederhana, arahkan perhatian pada tindakan yang ingin diselesaikan.
Kebiasaan ini membantu mengurangi persaingan antara tujuan awal dan informasi baru yang muncul.
3. Selesaikan Satu Tugas Terlebih Dahulu
Jika memungkinkan, lakukan satu tugas sebelum beralih ke tugas lain. Terlalu sering berpindah perhatian dapat membuat beberapa rencana tertunda atau terlupakan.
Kamu juga dapat membuat daftar singkat jika memiliki banyak hal yang perlu dilakukan.
4. Gunakan Petunjuk Visual
Letakkan barang di tempat yang mudah terlihat atau gunakan catatan kecil sebagai pengingat. Misalnya, jika ingin membawa dokumen saat keluar kamar, letakkan dokumen tersebut di dekat pintu.
Petunjuk visual dapat membantu mengingatkan kembali tujuan ketika perhatian mulai teralihkan.

